Dalam rangka mengakselerasi pencapaian Millenium Development Goals 2015, EMAS (Expanding Maternal and Neonatal Survival) bersama Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dengan dana dari USAID melakukan berbagai kegiatan yang terintegrasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan emergensi maternal dan neonatal serta meningkatkan sistem jejaring rujukan maternal dan neonatal di 6 propinsi di Indonesia. Mengingat kerja keras pemerintah Indonesia hingga saat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan untuk menangani emergensi maternal dan neonatal melalui berbagai pelatihan serta PONED dan PONEK, program EMAS memikirkan suatu terobosan untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan penanganan emergensi maternal dan neonatal salah satunya adalah melalui pendampingan klinis ke fasilitas kesehatan di beberapa kabupaten.
Dalam kegiatan pendampingan klinis ini, diperlukan dukungan dari seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten /Kotamadya, yaitu Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan, organisasi profesi, forum masyarakat madani maupun sektor lain yang terkait. Untuk menginisiasi dan mengawal pencapaian kegiatan pendampingan, telah terbentuk POKJA EMAS di Kabupaten/Kota yang diharapkan dapat berperan aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan pendampingan. Sebagai langkah awal sebelum kegiatan pendampingan awal (P1), telah dilakukan pertemuan antara Tim Pendamping dan POKJA serta kunjungan tim dari fasilitas kesehatan ke Rumah Sakit Vanguard.
Tujuan Umum :
Tim dan aktor pada fasilitas kesehatan memahami upaya peningkatan kualitas kesehatan ibu dan bayi baru lahir (neonatus) berkelanjutan (pelayanan emergensi obstetri dan neonatal), melalui program EMAS, sehingga mampu dan bersedia menjadi model bagi pengembangan upaya peningkatan kualitas mutu kesehatan ibu dan neonatus di wilayah kerja dan sekitarnya, dengan memanfaatkan keterlibatan stakeholder.
Tujuan Khusus :
- Tercapainya kesepakatan dalam upaya peningkatan mutu/kualitas pelayanan dengan merujuk pada standar yang ada dan yang sudah dikerjakan dengan melakukan pendekatan performance standard dan pengenalannya (SBMR), dalam penerapan tata kelola klinik pada organisasi belajar.
- Pendamping bersama dengan tim dan aktor, mampu melaksanakan rangkaian kegiatan assesmen EMAS.
- Pendamping bersama dengan tim dan aktor mendeskripsikan dan melaksanakan upaya peningkatan performance standard dengan pendekatan PDCA (Plan-Do-Check-Action).
- Pendamping bersama dengan tim dan aktor menetapkan cara monitoring dan evaluasi.
- Pendamping bersama dengan tim dan aktor memahami dan mampu mengupayakan advokasi ke pihak terkait (hasil dari C&P ke seluruh stakeholder)
- Pendamping bersama dengan tim dan aktor mampu mendiseminasikan seluruh rangkaian kegiatan EMAS kepada fasilitas kesehatan di wilayahnya.